Dia mungkin nggak pernah tau kalau aku selalu menunggu saat2 dia menelepon, saat2 dia datang ke Bandung.. Dia nggak pernah tau ketika aku kangen banget, aku duduk di depan laptop kayak orang nggak waras, menunggu siapa tahu dia OL di YM, atau terperanjat setiap kali ada sms masuk, berharap kalau itu dia..
Seorang cewe pada umumnya ga ngomong secara ‘to the point’ kepada pasangannya. Ketika si cewe berkata, “hmm, kok baru nelpon
, kok nada suaranya ga bersemangat, mm.. ya udah klo gt,, mm, istirahat aja”. Tapi taukah si cowo mengenai makna sebenarnya yang ingin diungkapkan si cewe ? Bahwa sebenarnya si cewe dari tadi sudah nunggu2 telepon/sms dari si cowo & ingin curhat tentang banyak hal ke si cowo. Namun karena si cowo mungkin kurang antusias, si cewe dengan terpaksa berkata “… met istirahat”. Pernahkah si cowo merenungkan dan ‘memikirkan dengan rasa’, bukan ‘dengan logika’ mengenai tindakan dan kata2 si cewe. Tidak, karena seorang cowo yang sekarang ini adalah cowoku adalah seseorang yang ‘amat logis’.. Bahkan mungkin ‘kelogisannya’ yang tajam itu menutupi rasa sayangnya.
Tapi dia memang nggak pernah tau, nggak pernah ngerti, nggak pernah paham apa sebenarnya makna dibalik tindakanku. Yang dia tau hanyalah, aku orang yang egois, gampang marah, matiin telpon kalo lagi marah.. Karena sepertinya dia memang belum pernah meluangkan waktu sebentar saja untuk merenung.. merenung siapa sebenernya gadis yang sudah menjadi pacarnya selama hampir 3 tahun.
Wayan, saya baca lho
)
ternyata kita sama -_-’
Comment by kikirizki — June 3, 2010 @ 3:19 pm
hihi,, makasi ki ^^
Comment by whyand138 — June 4, 2010 @ 1:01 pm