why_@nD

December 22, 2009

sang peminta-minta dan anaknya

Filed under: Uncategorized — whyand138 @ 8:45 am

Sebenarnya kejadian ini terjadi hari Minggu kemaren. Setelah belajar bareng teman2 untuk ujian siskomul, kami pergi ke Black Romantik untuk makan siang. Seperti biasa, aku melewati gerbang yang menuju ke jalan setapak Salman.
Dan saat itu kulihat, seorang bocah perempuan menangis meronta-ronta kepada ibunya sambil berkata : “Nggak mau.. hiks.. mau tidur aja.. hiks.. nggak mau”.. Sang anak menangis dengan isak tertahan.. Ya, si ibu adalah seorang peminta-minta dan sepertinya pada siang itu si ibu berencana untuk mengajak anaknya yang masih balita untuk pergi ke jalan.. Mengemis..
Padahal di saat yang sama aku berencana untuk menggunakan uang yang ada di dompet untuk membeli makanan enak..
Tragis memang, bocah yang masih polos itu terpaksa harus berpanas-panasan untuk mengumpulkan recehan agar bisa makan, sementara aku di sini sama sekali nggak pernah pusing gara-gara nggak ada uang untuk makan..
Tuhan.. terima kasih atas segala yang Kau beri.. kepadaku dan keluargaku..
Om Awignam Astu Namo Sidham..

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

sang peminta-minta dan anaknya

Filed under: Uncategorized — whyand138 @ 8:45 am

Sebenarnya kejadian ini terjadi hari Minggu kemaren. Setelah belajar bareng teman2 untuk ujian siskomul, kami pergi ke Black Romantik untuk makan siang. Seperti biasa, aku melewati gerbang yang menuju ke jalan setapak Salman.
Dan saat itu kulihat, seorang bocah perempuan menangis meronta-ronta kepada ibunya sambil berkata : “Nggak mau.. hiks.. mau tidur aja.. hiks.. nggak mau”.. Sang anak menangis dengan isak tertahan.. Ya, si ibu adalah seorang peminta-minta dan sepertinya pada siang itu si ibu berencana untuk mengajak anaknya yang masih balita untuk pergi ke jalan.. Mengemis..
Padahal di saat yang sama aku berencana untuk menggunakan uang yang ada di dompet untuk membeli makanan enak..
Tragis memang, bocah yang masih polos itu terpaksa harus berpanas-panasan untuk mengumpulkan recehan agar bisa makan, sementara aku di sini sama sekali nggak pernah pusing gara-gara nggak ada uang untuk makan..
Tuhan.. terima kasih atas segala yang Kau beri.. kepadaku dan keluargaku..
Om Awignam Astu Namo Sidham..

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Theme: Banana Smoothie. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.